Pengembangan Unit Usaha Pesantren Produksi Sabun Cair Dayah Darusa'adah
DOI:
https://doi.org/10.58477/ba.v2i2.234Keywords:
Pesantren entrepreneurship, liquid soap, student empowermentAbstract
This community engagement program aims to develop a pesantren-based business unit through the production of liquid soap as an effort to enhance economic self-sufficiency at Dayah Darusa’adah, located in Gampong Lhok Panjoe, Darul Ihsan Subdistrict, East Aceh Regency. The implementation method included several stages: business feasibility analysis, production planning, skills training, facility development, and marketing strategy. The results indicate that the business unit successfully produced liquid soap independently, involved students (santri) in the production process, and began local product distribution. However, several challenges were encountered, including limited capital, production facilities, and product legality. Despite these obstacles, the program has had a positive impact on empowering students and the surrounding community, marking an important step toward building an economically self-reliant pesantren.
References
Azizah, L. N., & Sutrisno, B. (2020). Pemberdayaan santri melalui kewirausahaan sosial di pesantren. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 7(1), 50–60. https://doi.org/10.20473/vol7iss1pp50-60
Hidayat, T. (2022). Pemanfaatan sumber daya lokal dalam produksi sabun cair ramah lingkungan. Jurnal Teknologi Terapan, 10(2), 89–97.
Jamil, M., Jamali, J., Refi, T. M., Wiriani, E., & Aziz, A. (2021). Pengabdian Peningkatan Pengetahuan Pengurus/Pengelola Koperasi dalam Mengelola Koperasi Sesuai dengan Praktek Bisnis yang Sehat di Aceh Timur. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 2(1), 13-18.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2020). Panduan pengembangan usaha mikro di lembaga pendidikan keagamaan. Kemenkop UKM.
Khairiyah, N., & Huda, M. (2021). Peran pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi santri. Jurnal Sosial Ekonomi Islam, 5(2), 140–152.
Latif, H. (2020). Penguatan peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis kewirausahaan. Jurnal Ekonomi Islam Indonesia, 5(1), 45–54. https://doi.org/10.xxxx/jeii.v5i1.45
Mulyadi, D., & Syahputra, F. (2016). Analisis usaha produksi sabun cair rumah tangga. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 3(1), 72–80.
Nurhadi, R. (2019). Strategi pemasaran produk UKM berbasis pesantren di era digital. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Inovasi, 4(3), 88–95.
Putri, S. R., & Siregar, N. A. (2023). Pengembangan produk sabun herbal oleh mahasiswa dan santri. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 9(1), 22–30. https://doi.org/10.25077/jpkm.9.1.2023.22-30
Ramadhan, A., & Yusuf, S. (2020). Model kewirausahaan pesantren dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Jurnal Ekonomi Islam Indonesia, 2(1), 33–45.
Sari, D. M., & Pertiwi, L. (2017). Peningkatan keterampilan pembuatan sabun cair untuk usaha rumah tangga. Jurnal Abdimas UNIMED, 1(1), 10–17. https://doi.org/10.xxxx/abdimas.v1i1.10
Sukardi, T. (2014). Pendekatan partisipatif dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 6(2), 101–110.
Sulaiman, M. (2018). Model pendidikan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 102–115. https://doi.org/10.xxxx/jpi.v4i2.102
Suyanto, B. (2015). Potensi pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 35–42. https://doi.org/10.xxxx/jppm.v3i2.35
Yuliana, R. (2021). Pelatihan produksi sabun cair sebagai media pemberdayaan santri. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 120–127. https://doi.org/10.xxxx/jpkm.v7i2.120