Transformasi Budaya Literasi di Dayah: Menggali Potensi Santri Aceh
Keywords:
Dayah, Budaya Literasi, Transformasi PendidikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi budaya literasi di dayah (pesantren) di Aceh Timur, yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama Islam dan pembentukan karakter santri. Di tengah perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, pendidikan literasi yang mencakup literasi digital, literasi informasi, dan keterampilan berpikir kritis menjadi kebutuhan mendesak bagi santri agar mampu bersaing di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen di beberapa dayah di Aceh Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dayah telah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas santri, penerapan literasi modern masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap sumber daya pembelajaran digital, rendahnya pengetahuan pengajar tentang literasi modern, pola pengajaran yang masih konvensional, dan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang literasi digital. Meskipun demikian, terdapat potensi besar untuk mentransformasi budaya literasi di dayah melalui integrasi nilai-nilai agama dengan pendidikan literasi modern, pemanfaatan teknologi, pelatihan bagi pengajar, dan pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, dayah di Aceh Timur dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga kompeten dalam keterampilan yang relevan di abad ke-21.
References
Abdurrahman, A. (2018). Pendidikan karakter di pesantren: Implementasi dan tantangan dalam pendidikan agama. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 45-60.
Alwi, S., & Suyatno, H. (2017). Transformasi pendidikan di Aceh: Peran pesantren dalam pengembangan literasi digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, 8(1), 23-39.
Damanhuri, M. (2020). Pengembangan budaya literasi di pesantren: Studi kasus di Aceh. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 13(3), 87-101.
Firdaus, M. (2016). Literasi media di pesantren: Menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(4), 22–37.
Firdaus, M. (2016). Literasi media di pesantren: Menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(4), 22-37.
Gunawan, R., & Rahayu, S. (2016). Peran teknologi dalam meningkatkan kualitas literasi di pesantren. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 45–60.
Huda, M. (2017). Pendidikan karakter berbasis literasi di pesantren. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 19(3), 54–72.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen pendidikan karakter di pesantren. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, A. (2019). Pendidikan berbasis literasi di pesantren: Peluang dan tantangan. Jurnal Pendidikan Islam Aceh, 14(2), 102-119.
Rahman, A. (2016). Integrasi literasi digital dalam pendidikan pesantren di Aceh. Jurnal Pendidikan dan Islam, 12(1), 103–118.
Rahman, A. (2018). Revolusi pendidikan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Setiawan, R., & Taufik, A. (2020). Penerapan literasi digital di pesantren Aceh: Tantangan dan harapan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(1), 59-75.
Suyatno, H., & Alwi, S. (2016). Pengaruh teknologi terhadap pembelajaran di pesantren Aceh. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, 7(2), 44–58.
Wijaya, A. (2017). Peran pesantren dalam pembentukan karakter bangsa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 19(1), 14-29.
Zainuddin, H. (2019). Mengembangkan budaya literasi di pesantren. Jakarta: Penerbit Elex Media.