Antara Like dan Luka: Media Sosial sebagai Pemicu Cyberbullying di Madrasah
Keywords:
Cyberbullying, Madrasah, Literasi DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dan faktor penyebab cyberbullying di kalangan siswa madrasah di Aceh Timur, serta mengetahui peran guru dan madrasah dalam mencegah perundungan digital tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di dua madrasah: MAN 2 Aceh Timur dan MTsS Kampung Beusa. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 guru dan 10 siswa, observasi langsung, serta dokumentasi kebijakan terkait penggunaan teknologi dan media sosial di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghinaan melalui media sosial adalah bentuk cyberbullying yang paling banyak terjadi (35%), diikuti dengan penyebaran foto/video pribadi tanpa izin (25%), pelecehan di grup media sosial (20%), dan ancaman melalui pesan pribadi (15%). Rendahnya literasi digital siswa menjadi faktor utama penyebab cyberbullying, yang diungkapkan oleh 60% responden, diikuti dengan konflik pribadi antar siswa (40%) dan kurangnya pengawasan orang tua (30%). Peran guru dan madrasah dalam pencegahan cyberbullying sudah mulai dilakukan melalui pelatihan literasi digital dan pembatasan akses media sosial, namun masih membutuhkan peningkatan, terutama dalam kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
References
Alim, S. (2016). Cyberbullying in the world of teenagers and social media: A literature review. International Journal of Adolescence and Youth, 21(4), 379-390.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Febriana, R., & Budiyanto, C. (2021). Cyberbullying among adolescents in Indonesia: A growing concern. Journal of Educational Research and Policy, 3(2), 45-58.
Fitriani, N. (2023). Penguatan pendidikan karakter dalam pencegahan cyberbullying di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 77-88.
Hakim, L., & Sari, M. (2024). Peran guru dalam mencegah cyberbullying di lingkungan madrasah: Studi kasus di Jawa Timur dan Aceh Timur. Jurnal Madrasah Digital, 2(1), 15-30.
Kowalski, R. M., Giumetti, G. W., Schroeder, A. N., & Lattanner, M. R. (2019). Bullying in the digital age: A meta-analysis of cyberbullying prevention programs. Aggression and Violent Behavior, 45, 101313.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
Prasetyo, Y., & Firmansyah, M. (2020). Tingkat literasi digital remaja di era media sosial: Studi pada pelajar SMA di Yogyakarta. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 12-25.
Rahman, A., Sari, D., & Maulana, I. (2021). The role of teachers in handling cyberbullying cases at school: A qualitative study. Indonesian Journal of Educational Counseling, 5(2), 80-91.
Saputra, R., & Wahyuni, S. (2020). Media sosial dan dampaknya terhadap perilaku cyberbullying di kalangan pelajar. Jurnal Sosioteknologi, 19(2), 289-298.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Alfabeta.
Widodo, H., Nugroho, A., & Astuti, I. (2022). Cyberbullying dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan akademik siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 21(1), 33-47.
Zulkarnaen, A. (2023). Implementasi nilai-nilai Islam dalam pencegahan bullying di madrasah. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 5(2), 101-115.