Degradasi Identitas Kesukuan (Studi Akulturasi Budaya Dalam Adat Perkawinan di Gampong Tampak Ranto Peureulak)
DOI:
https://doi.org/10.58477/hsbs.v1i1.80Keywords:
Degradasi, Identitas Kesukuan, Akulturasi BudayaAbstract
Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup berbeda. Semakin seseorang mengenal budaya orang itu dan memenuhi ekspetasinya tersebut, kondisi ini terjadi dalam prosesi adat perkawinan campur dimana dua budaya saling bertemu dan beriteraksi. Berdasarkan penelitian maka penelitian ingin mengetahui degradasi identitas kesukuan dalam adat perkawinan suku Jawa dan komunikasi antarbudaya dalam akulturasi adat perkawinan suku Aceh dengan suku Jawa di gampong Tampak. Untuk mengetahui hal tersebut, maka peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data menggunakan metode penelitian lapangan seta dengan menelaah sejumlah sumber tertulis diperpustakaan yang ada kaitannya dengan kajian skripsi ini. Sementara tehnik atau pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam dan observasi yang dilakukan terhadap responden di gampong Tampak kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Hasil penelitian, terdapat beberapa indikasi bahwa degradasi identitas kesukuan terjadi karena rangsangan atau tarikan dari gagasan-gagasan baru yang datang dari suku Aceh, jati diri budaya suku Jawa berubah oleh pengambilalihan unsur-unsur budaya suku Aceh yang membentuk suatu sosok baru, namun masih membawa serta sebagian warisan budaya lama yang dapat berfungsi sebagai ciri identitas suku Jawa. Akulturasi antara suku Aceh dengan suku Jawa terjadi melalui proses asilmilasi. Asimilasi yang terjadi ditandai dengan terjadinya perubahan budaya pada suku Jawa dengan menerima pola-pola dari suku Aceh, terutama dalam budaya adat perkawinan.
References
A. Rani Usman, Etnis Cina Perantauan di Aceh,Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2009
Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonsia, Jakarta:Kencana, 2007
Andi Bulaeng, Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer, Yogyakarta: ANDI, 2004
Asep Rumihat, Ensiklopedia Kearifan Lokal Pulau Jawa, (Solo: Tiga Ananda, 2011
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik Dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta:Kencana, 2009
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008
Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta:Kencana, 2004
Edy Sedyawati, Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, Dan Sejarah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007
Elly M. Setiadi, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, Jakarta: Kencana, 2008
Hasanuddin Yusuf Adan, Politik dan Tamaddun Aceh, Banda Aceh: Adnin Foundation Aceh, 2006
Jalalauddin Rakhmad, Komunikasi AntarBudaya, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006)
Kamaruzzaman Bustamam dan Ahmad, Acehnologi, Bandar Aceh: Bandar Publishing, 2012
Larry A.Samovar, Komunikasi Lintas Budaya, Jakarta: Salemba Humanika, 2010
Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1999
Musryifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2005
Rachmat Kriyanto, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana, 2007
Syamsul Rijal, Etika Pergaulan Dalam Interaksi Sosial Komunitas Aceh, Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2008
Syukur Kholil, Metodologi Penelitian Komunikasi, Bandung: Citapustaka Media, 2006
Ujang Saefullah, Kapita Selekta Komunikasi Pendekatan Agama dan Budaya, Bandung: Simbiosis Rekatama Media, 2007
Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: CV. Afabeta, 2008
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Humaniora, Sosial Budaya dan Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.