Melalui Metode Problem Based Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang Zakat Di Kelas X Man 3 Aceh Timur
DOI:
https://doi.org/10.58477/api.v3i2.268Keywords:
Pembelajaran Zakat, Metode Problem Based Learning, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X MAN 3 Aceh Timur dalam materi Zakat dengan penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan reflektif. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi antara ceramah, tanya jawab, dan penugasan, yang diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam memahami konsep-konsep terkait Zakat, serta mengembangkan keterampilan mereka dalam menerapkan pengetahu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II, dengan setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran yang bervariasi memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Pada Siklus I, setelah menerapkan metode yang lebih interaktif, rata-rata nilai pre-test siswa adalah 52, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 60, dengan peningkatan sebesar 15,38%. Pada Siklus II, dengan perbaikan lebih lanjut, rata-rata nilai pre-test siswa adalah 56 dan nilai post-test meningkat menjadi 68, dengan peningkatan sebesar 21,43%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman siswa. Secara keseluruhan, persentase siswa yang memperoleh nilai di atas 60 meningkat dari 88,46% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan berkelanjutan dapat meningkatkan hasil belajar Zakat siswa secara signifikan, memberikan dasar yang kuat untuk pembelajaran yang lebih efektif di masa depan. Dengan demikian, pembelajaran dengan metode Problem Based Learning tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep-konsep teoretis, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata.
Downloads
References
Alimuddin, M. (2019). Penggunaan benda kongkrit dalam pembelajaran Fiqih di SDLB. Jurnal Pendidikan Khusus, 11(3), 27-35.
Anderson, C. (2017). Understanding research methods: A guide for the public and nonprofit sectors. Routledge.
Burns, A. (2016). Doing action research in English language teaching: A guide for practitioners. Routledge.
Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. (2006). KTSP Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang.
Gatot Muhsetyo. (2007). Pembelajaran Fiqih SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Halim, A., & Hartini, N. (2018). Pendidikan Fiqih untuk anak dengan kebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Inklusif, 5(2), 34-45.
Hamalik, O. (1982). Proses belajar mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Hattie, J., & Timperley, H. (2019). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81-112. https://doi.org/10.3102/0034654311484872
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2016). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Nasution, S. (1982). Pengantar pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Pratama, R. (2020). Pembelajaran Fiqih berbasis aktivitas siswa. Jurnal Pendidikan Fiqih, 8(1), 56-68.
Reeves, D. B. (2018). Transforming professional development into student results. ASCD.
Sagor, R. (2017). The action research guidebook: A four-step process for educators and school teams (2nd ed.). Corwin.
Soejadi, S. (1999). Fiqih untuk siswa SMP dan SMA. Jakarta: Gramedia.
Wulandari, E., & Yuliani, D. (2021). Pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar Fiqih. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 92-103.
Yahya, M., & Jamali. (2022). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Program Refleksi Mingguan pada Guru MTsS Monisa Kabupaten Aceh Timur . Jurnal Aktual Pendidikan Indonesia, 1(2), 59–67. https://doi.org/10.58477/api.v1i2.49